Logo Vihara Sāmaggi Gāma
SĀMAGGI GĀMA
Vihara & Pusat Dhamma
Kembali
Kajian Dhamma Kajian Dhamma 1 menit baca

Makna Filosofis Pelita Lilin, Dupa Wangi, dan Bunga Teratai di Altar Buddha

Ratna Dewi, S.Kom.
Kontributor Resmi Vihara Sāmaggi Gāma
25 Agustus 2026 • 2x
Makna Filosofis Pelita Lilin, Dupa Wangi, dan Bunga Teratai di Altar Buddha
Dokumentasi Resmi Vihara Sāmaggi Gāma

Persembahan di atas altar Buddhis bukanlah sesajen untuk meminta berkah, melainkan sarana simbolis untuk merenungkan kebenaran hakiki kehidupan.

Setiap sarana puja bakti yang diletakkan di hadapan Rupang Buddha memiliki makna filosofis yang sangat luhur:

  • Pelita Lilin: Melambangkan terang ajaran Sang Buddha (Dhamma) yang mengikis kebodohan batin (Avijjā) dan menuntun menuju kebijaksanaan.
  • Dupa Wangi: Keharumannya yang menyebar mengingatkan kita pada keharuman kebajikan dan perilaku moral (Sīla) seseorang yang dapat tersebar ke segala penjuru.
  • Bunga Teratai: Kesegaran bunga yang perlahan akan layu mengajarkan hukum ketidakkekalan (Anicca), membebaskan batin dari kemelekatan materiil.
Rekomendasi Berita

Postingan Terkait Lainnya

Lihat Semua Berita
Mendidik Generasi Muda dengan Nilai-Nilai Luhur Karakter Buddhis
Kajian Dhamma
25 Agustus 2026 • 1 menit baca

Mendidik Generasi Muda dengan Nilai-Nilai Luhur Karakter Buddhis

Menanamkan benih moralitas dan kesadaran pada anak-anak adalah investasi terbaik untuk melahirkan generasi penerus yang beradab dan berempati.Di Sekolah Minggu Buddhis Sāmaggi Bāla, anak-anak tidak hanya diajarkan hafalan teori, namun diajak mempraktikkan langsung nilai-nilai cinta kasih, rasa syukur, dan penghormatan kepada orang tua.Melalui metode bercerita Jātaka interaktif, meditasi hening singkat yang menyenangkan, serta proyek peduli alam di taman vihara, tunas-tunas muda dibimbing untuk tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, berempati, dan bijaksana.

Peresmian Kuti Meditasi Hutan untuk Mendukung Praktik Hening Bhikkhu Sangha
Kajian Dhamma
25 Agustus 2026 • 1 menit baca

Peresmian Kuti Meditasi Hutan untuk Mendukung Praktik Hening Bhikkhu Sangha

Sebuah sarana yang nyaman dan hening menjadi penopang penting bagi para petapa untuk mendalami kemurnian batin dan kebijaksanaan sejati.Pengurus Yayasan Vihara Sāmaggi Gāma dengan penuh rasa syukur mengumumkan selesainya pembangunan paviliun Kuti Meditasi Hutan. Bangunan seluas 120 meter persegi ini dirancang dengan arsitektur kayu jati ramah lingkungan yang menyatu harmonis dengan lansekap alam sekitar.Kuti ini difungsikan khusus sebagai tempat tinggal dan ruang intensif latihan meditasi bagi para Bhikkhu Sangha serta Bhikkhu tamu yang menjalankan masa vassa. Pengurus menyampaikan anumodana yang setinggi-tingginya kepada seluruh donatur yang telah menyalurkan dana kebajikan.

Tradisi Pindapata: Membuka Ladang Kebajikan dan Merajut Silaturahmi Umat
Kajian Dhamma
25 Agustus 2026 • 1 menit baca

Tradisi Pindapata: Membuka Ladang Kebajikan dan Merajut Silaturahmi Umat

Langkah kaki para Bhikkhu di jalanan desa berkabut fajar menjadi pengingat abadi tentang kerendahan hati dan ladang kebajikan yang subur.Pindapata adalah salah satu tradisi tertua dalam tradisi Buddhis Theravada yang terus dilestarikan sejak zaman Sang Buddha Gotama. Setiap pagi, para anggota Sangha berjalan dengan langkah hening dan pandangan tertunduk membawa mangkuk (patta) untuk menerima persembahan makanan dari umat.Tradisi ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan jasmani para Bhikkhu, melainkan kesempatan luhur bagi umat awam untuk melatih kerendahan hati, mengikis kemelekatan pada materi, dan menanam benih kebajikan di ladang yang subur (Puññakhetta).